Manusia itu aneh ya..
Dari kemaren, saya mengamati manusia yang sedang berpasang2an. Mencoba berpikir ala manusia. Mencoba memahami maksud pembicaraan mereka. Huumm susah juga rupanya..*butuh transleter*
memang tiap pasangan itu unik dan ga bisa disamain satu sama lain. Tapi lucunya mereka punya benang merah, yang dalam hal ini saya sebut dengan "Titik Aman" dan "Titik Rawan"..
Saya sering lihat (mengamati dengan seksama) kok "orang berpasangan" sering bermasalah sampe mengarah ke perpisahan, padahal (MISALNYA) satu sama lain tau kalo mereka masih saling mencintaii.
Beda kasus kalo emang salah satu pasangan sudah ilfill lho ya..
HAHAH KAYAK LAGUNYA TANGGA "Jurus terjitu" -mesakne rekk-.
Wahh sebagai hewan a.k.a sapi, saya itu tidak mudeng..
Kebetulan saya sekolah di SAPIKOLOGI, jadi saya sedikit punya ilmu-ilmu per-sapi-an yang mungkin bisa diterapkan pada manusia..
Insight ini baru saya dapatkan ketika berbicara panjang lebar dengan Cingul
*Cingul adalah bagian terpenting dari Sapi*
*JAdi ga hanya belajar SAPIKOLOGI, tapi bisa juga SPEAK-OLOGI*
*Hahahahah jadi CIngul sama aja hewan*
Dari apa yang dia bilang, saya berpikir keras, menelaah kata demi kata. Seperti ini:
"Moooooooo-mo-mooowww"
"Hrrr hrrrmmmoooooooo"
"Loommooo loomooo"
"ngrroookkkk moooowww"
Nahhh tiap kalimat itu punya makna. Setiap kata, setiap titik, setiap koma, bahkan senyuman dan kedipan pun sepertinya punya makna. Entah itu benar atau tidak, tapi saya berusaha berpikir positif. Walaupun ada kekhawatiran tersendiri..
*menghela nafas panjang*
*Huuuuuuufffff*
Intinya: kenapa "orang berpasangan" bisa minta berpisah? karena dia ada di zona aman. Malah mungkin zona yang teramat sangat aman. Dari ilmu Sapikologi, diketahui bahwa dalam kondisi tersebut manusia tidak lagi tertantang untuk membuat hubungan tersebut menjadi fokus utama. Saking ngerasa amannya, dia justru akan mencari yang upaya untuk mencari/memenuhi kebutuhan yang lain..
Dia tidak takut berpisah karena yakin dalam keadaan apapun, pasangannya bisa menerima dia kembali..Liat aja, tipe kayak gini sukanya putus-sambung. Serrrrrrrrrriiing bgt kejadian. Dan melanda semua kalangan usia ..
Lucunya, saya juga mengamati manusia jenis lainnya..
Kadang ada pasangan yang justru melakukan hal sebaliknya…180derajat!
Dia justru jarang mengungkapkan rasa cintanya..
Tidak pernah berusaha meyakinkan pasangannya tentang kesungguhan cintanya. Dia justru lebih sering melontarkan pernyataan yang mungkin membuat pasangannya berada jauh di luar zona aman alias zona yang bisa disebut zona yang super duper rawan!!! Bisa dibilang ini juga sebagai bentuk ego-defense mechanism (mekanisme pertahanan ego). Kenapa bisa ada ego-defense? Mungkin karena sudah adanya skema (bukan positif tentunya) dalam dirinya tentang suatu hal sehingga dia harus defense..
Apa fungsinya?
Nahhh ini dia yang perlu ditelusurii..
Secara otak sapi itu mungil, makanya cuma bisa menjawab "yaa mungkin biar pasangannya merasa tidak aman. Dengan merasa tidak aman, dia akan cemburu, khawatir dan akhirnya melakukan upaya untuk ‘menjaga’ pasangannya. Dengan menjaga pasangannya, maka dia berusaha memberikan perhatian lebih (tulus). Dengan memberikan perhatian lebih sama halnya dengan menempatkan hubungan mereka menjadi fokus utama. Jika sudah menjadi fokus utama, maka pasangannya tidak akan punya/mencari kebutuhan lain. Karena apa? KArena kebutuhannya hanya satu…ya pasangannya itu sendiri"
Somehow cara ini bisa efektif dilakukan..
Biar manusia ga neko2..
Tapi cara ini teramat sangat rentan.. Kenapa? Karena menurut ilmu Sapikologi, ini bisa merusak trust terhadap pasangan. Efek negatifnya, selalu saja muncul kekhawatiran (pikiran negatif). Dengan begitu, hubungan yang terjalin justru bukan lagi atas ketulusan cinta, tapi seolah menjadi persaingan..
Ouuhh… sakit..
*Sapi berusaha memahami perasaan manusia*
*sakit itu seperti apa yaa*
Mungkin manusia harus menganut prinsip dari mbak Vety Vera (dangdhut-ers):
"heyyy.. yang sedang-sedang saaajaaaa.. AHHHHH!"
tak tak gendhang gendhuuuuttt..
tak tak gendhang gendhuuuuttt..
Bahasa ilmiahnya adalah HOMEOSITAS. JAdi antara Yin dan Yang harus imbang. Antara memberikan titik AMan dan titik Rawan juga harus imbang…
*imbang=proporsional*
dag dig dug..
Itu sih kalo manusia..
Lalu bagaimana dengan titik aman dan titik rawan hewan?
Apakah hewan punya hati untuk merasakan hal-hal sensitif seperti itu..?
Apa yang harus dilakukan jika hewan masuk ke zona aman?
LAlu bagaimana jika harus menghadapi zona rawan?
The main point is all about T-R-U-S-T…
Kepercayaan itu memang sulit didapatkan..
T_T nasiiibb jadi hewan..